Hamster
Drama Si Curut Kabur ke Dunia Luar!!
"Curut kabur lagi!"
Teriakan Daisy pas jam 11 malam itu sukses membuat aku yang lagi asik main game langsung ga sengaja hampir menjatuhkan hp. Curut adalah hamster jenis Syrian punya Daisy yang kecil, suka kagetan, dan punya obsesi aneh terhadap mau jalan jalan. Lalu dia punya bakat menjadi escape artist kelas dunia.
"Hah? Kok bisa ada juga caranya dia kabur, Daisyy? Kandang barunya kan sudah kamu kasih tutup kann?" Lalu aku mulai menyalakan senter hp.
Daisy sudah mau gila di tengah ruang tamu, menuding kandang yang memang punya celah kecil di dekat tempat minumnya. "Dia pasti pakai ilmu teleport, tadi aku lihat dia tengok tengok luar kayak lagi cek kondisi untuk mau kaburrr."
Misi pencarian pun dimulai. Ini bukan misi pertama, tapi ini yang paling tegang. Kami tahu Curut suka tempat mirip kandang. Sasaran pertama, kardus. Tempat Boba pernah kami temukan sedang tidur di bungkus permen. Nihil.
"Ayo bagi tugas! Aku cek kamar mandi, kamu cek dapur!" perintah Daisy dengan suara sorakan, seolah-olah Curut adalah buronan berbahaya yang bisa dengar rencana kami.
Aku merangkak ke dapur. Bau masakan sisa tadi siang masih samar-samar. Lalu, saya mendengar suara. Kriuk Kriuk?
Aku menahan napas. "Daisy, kayaknya dia di sini. Dia sedang makan sesuatu."
Daisy merayap mendekat. Kami berdua pelan-pelan mengarahkan senter ke sudut di dekat tumpukan kardus. Dan benar saja. Di sana, Boba sedang duduk tegak di samping kuaci pack yang terbuka dan lupa ditutup saat itu. Dia menggenggam biji kuaci matahari itu dengan dua tangan mungilnya, mengunyah dengan santai, seolah dia sedang makan steak mahal di restoran bintang lima.
"Curutt, dasar preman kecil. Degil banget si." Aku, Sheriea berseru lega.
Saat Daisy mencoba menangkapnya, Curut yang terkejut langsung menjatuhkan kuacinya dan lari! Bukan lari ke kolong, tapi lari ke kabel charger laptop yang tergeletak di lantai.
Kami melihatnya panik. Curut yang ketakutan bukannya masuk kolong, tapi malah... melingkari kabel itu dan diam, bersembunyi di balik gulungan kabel hitam.
"Dia pikir dia lagi menyamar jadi ikatan kabel?" Aku tertawa sambil menahan tawa keras.
Daisy akhirnya berhasil mengambil Curut dengan hati-hati. Hamster itu pasrah mungkin terlalu kenyang gegara makan kuaci matahari itu.
Kami mengembalikannya ke kandang, kali ini dengan tambahan lakban ekstra di celah rahasianya. Daisy menatap Curut yang sudah asyik menjilati pipinya. "Lihat, dia nggak menyesal sama sekali. Dia cuma mau midnight snack."
Malam itu, kami sadar satu hal: Hamster sekecil Curut mampu menciptakan drama yang lebih seru daripada film action di bioskop. Dan kami, seolah olah kita ini bodyguard-nya Curut. Kami harus selalu menjaga Curut dengan baik supaya Curut tidak hilang dari kamii.
Comments
Post a Comment